Belajar Nyekrip dengan baik - Nyekrip.com

Sebenarnya kita tidak boleh sembarangan dalam membuat aplikasi/software untuk suatu perusahaan atau siapapun. Akan sangat tidak profesional jika source code yang dihasilkan sangat berantakan dan sulit dibaca.

Hal ini tentu berakibat fatal saat ada developer lain dari perusahaan yang ingin mengembangkan aplikasi tersebut. Jika kodingannya saja berantakan dan dokumentasinya juga asal-asalan, tentu saja sulit untuk melakukan maintenance. Masih dijumpai banyak coder yang masih kurang peduli dengan common mistake seperti ini.

Apalagi bagi para mahasiswa informatika yang sedang dikejar deadline, seringkali sudah tidak memperhatikan kerapian source code. Yang penting lulus compile dan programnya jalan (kecuali bagi yang emang udah mendewa dan terbiasa, hahaha). Kalo ini jadi kebiasaan, khawatirnya kebawa juga di dunia kerja. OK, langsung saja berikut ini teknik belajar nyekrip atau ngoding dengan baik :

Indentasi

Kalo yang ini, hampir seluruh programmer pasti udah terbiasa lah ya. Dari awal diajarin, pasti udah ditekankan bahwa indentasi itu penting biar kode mudah dibaca. Contohnya adalah sebagai berikut:

Terlihat bahwa kode yang tidak memakai indentasi (Bawah) terlihat membingungkan, tidak jelas mana tag penutup dari suatu tag yang ada. Sedangkan yang skrip bagian atas terlihat lebih bagus dan terstruktur, sehingga jelas susunan DOMnya, dan mudah terdeteksi saat ada kesalahan.

Komentar yang Jelas

Ya, ini juga sangat jelas manfaatnya. Dengan adanya komentar, kode menjadi mudah dipahami. Karena seringkali, programmer menggunakan sintaks dan algoritma yang rumit dan aneh-aneh, sehingga cuma dia sendiri yang paham. Untuk itu, perlu diberi penjelasan berupa komentar agar tidak membingungkan orang yang ingin mengembangkannya.

Komentar seperti contoh diatas sangat baik dan berguna saat anda membuat project bersama sama (misalnya di kantor/software house) agar mudah difahami oleh orang lain jika anda misalnya sakit/tidak masuk kerja dan bahkan jika anda berhenti bekerja sehingga orang baru (pengganti) akan lebih mudah melajutkan sintak anda karena adanya komentar yang anda buat.

Membuat Dokumentasi Program

Dokumentasi Program adalah catatan mengenai program yang telah dirancang. Dapat meliputi catatan tentang tujuan program. Logika yang dipergunakan, bentuk input/output serta cara menggunakan programnya. Dokumentasi program dengan mereka yang bertanggung jawab terhadap penerapan, pemeliharaan dari yang mengorganisasikan program. Tujuan Dokumentasi program  :

  1. Petunjuk untuk mereka yang akan menggunakan program
  2. Sebagai bahan training di dalam penerapan program
  3. Di dalam pemeliharaan program , bila akan memodifikasi atau mengembangkan program lebih lanjut akan lebih mudah bila tersedia dokumentasinya
  4. Mempermudah mencari dan membetulkan kesalahan-kesalahan program yang terjadi
  5. Sebagai hard copy dari program yang dapat berfungsi untuk backup dari program. Bila program yang tersimpan di simpanan luar (misalnya disk), rusak atau terhapus atau hilang. Bila mempunyai dokumentasinya akan lebih mudah untuk dirancang atau dibuat tanpa harus memikirkan ulang kembali.

Terima kasih, semoga apa yang dituliskan dapat bermanfaat untuk Nyekriper sekalian.

 

Happy Nyekrip!

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *