Pengenalan HTML Hiperteks dan web -Nyekrip

Dalam artikel sebelumnya yaitu “Pengenalan HTML: Bahasa Markup“, kita telah belajar bahwa HTML terdiri dari dua kata utama yaitu Hiperteks (Hyper Text) dan bahasa markup (Markup Language).

Kita sudah berbicara tentang bahasa markup dan pada artikel kali ini kita akan menggali sedikit lebih dalam tentang Hiperteks (Hyper Text). HTML ditujukan untuk menggambarkan struktur dari dokumen, tidak untuk menggambarkan bagaimana dokumen secara visual harus ditampilkan atau diproses.

kepanjangan dari html -nyekrip

kepanjangan dari html

Sebuah bahasa markup seperti HTML digunakan untuk markup atau membubuhi keterangan dokumen, sehingga komputer tahu bagaimana membedakan bagian yang berbeda dari teks.

Misalnya, dengan kalimat seperti diatas, kita bisa membungkus kalimat itu kedalam tag, sehingga ketika kalimat itu diterjemahkan oleh web browser, web browser akan tahu bahwa kalimat itu harus diproses sebagai paragraf.

Anda juga dapat memberitahu web browser bagian mana dari dokumen adalah gambar, bagian mana yang merupakan data tabular dan sebagainya.

Kita akan lebih mendalami belajar mengenai tag dan kode HTML secara teori dan praktek dalam artikel berikutnya, sebelum menuju hal tersebut yang pertama kita harus pahami adalah apa itu hiperteks dan apa hubungannya dengan web.

Sejarah HTML

Banyak bahasa markup telah diciptakan. Namun, bahasa markup yang paling banyak digunakan saat ini adalah HTMLHTML awalnya diciptakan oleh CERN, singkatan dari Organisasi dari Eropa untuk Riset Nuklir. HTML sangat dipengaruhi oleh SGML yang juga merupakan bahasa markup.

SGML yang disesuaikan di CERN digunakan sebagai dasar dari format dokumen untuk penelitian ilmiah, dan awalnya HTML dibuat sebagai improvisasi dari SGML.

Sebagai improvisasi dari SGML, HTML hanya dimaksudkan untuk menjadi format dokumen untuk makalah penelitian, yang merupakan cikal dari bahasa teknis yang ditujukan untuk halaman, dokumen, DOCTYPE 4, jenis dokumen, dan sebagainya.

teknologi dalam web -nyekrip

teknologi dalam web

Pada mulanya, dokumen HTML tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi interaktif seperti yang kita lihat saat ini, hingga pada saat ini setelah teknologi web berkembang dengan sangat pesat sehingga mampu menciptakan aplikasi web yang kompleks dan tentu saja interaktif. Ini adalah pengetahuan yang penting untuk diketahui dan mengetahui sejarah HTML akan membantu kita untuk lebih memahami HTML.

Hiperteks

Perlu diketahui bahwa Internet mengacu pada infrastruktur fisik yang tersebar di seluruh dunia yang terdiri dari kabel, komputer, server, switch, satelit, dan sebagainya. Yang memungkinkan kita untuk saling bertukar data di seluruh dunia dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Ketika kita membangun website, perlu kita ketahui bahwa semua perangkat keras ini berperan penting untuk kinerja website kita, tapi hal ini tidak perlu menjadi fokus dalam pembelajaran kita, biarlah menjadi urusan pihak hosting yang mempelajari nya.

Contoh penggunaan dari Internet -nyekrip

Contoh penggunaan dari Internet -nyekrip

Web atau website adalah salah satu contoh dari penggunaan internet. Ada banyak contoh penggunaan lainnya yang memanfaatkan internet, seperti voice over IP (VoIP), game online, toko aplikasi/app store pada smartphone, dan sebagainya.

Kita telah membahas sejarah HTML dari sisi markup, dan sekarang kita beralih ke bagian hiperteks, yang sebenarnya jauh lebih mudah untuk dipahami.

Ingat ketika kita membicarakan bahwa HTML diciptakan di CERN? Sir Tim Berners-Lee adalah fisikawan dan kontraktor di CERN, perlu diketahui bahwa pada saat itu beliau berperan penting atas penemuan HTML.

Pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, ketika Internet baru saja muncul, pada saat itu tidak ada HTML, tidak ada web browser, dan tentu saja tidak ada situs web.

Hiperteks -Nyekrip

Hiperteks

Ketika Sir Tim Berners-Lee bekerja di CERN di 80-an, ia ingin mengembangkan cara yang lebih baik dalam hal berbagi dokumen, dan dengan inspirasi dari bahasa markup yang telah dibuat sebelumnya, beliau menciptakan versi pertama dari HTML.

Seperti yang kita pelajari sebelumnya, HTML sangat mirip dengan bahasa markup lain yang disebut SGML, namun Sir Tim Berners-Lee membuat tambahan yang sangat penting pada bagian hiperteks.

Hiperteks secara simpel muncul dari ide bagaimana supaya beberapa dokumen bisa saling terhubung, sebuah teks atau gambar dalam sebuah dokumen HTML bisa saja merupakan referensi dari dokumen HTML lain.

Di zaman modern ini hiperteks lebih dikenal sebagai hyperlink atau link. Ide dari hiperteks datang lebih awal dari web, dari situlah Sir Tim Berners-Lee menghubungkan ide-ide dari Hiperteks dan bahasa markup untuk selanjutnya menciptakan HTML, sehingga pada tahun 1994, Tim Berners-Lee mendirikan World Wide Web Consortium atau W3C.

Ingat, tidak terlalu penting untuk menghafal semua ini; Namun, dengan memahami beberapa sejarah HTML Anda akan memiliki kerangka pemahaman yang lebih baik sebagai referensi dalam memahami peran HTML dalam skema yang luas.

Oke, pada artikel berikutnya kita akan lebih ke praktek ngoding/nyekrip.

Happy Nyekrip! Terimakasih.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.